
Hizbullah Indonesia:
REZIM PENJUAL NEGARA PELAKU MAKAR SEGERA JATUH SEIRING DENGAN HANCURNYA PEREKONOMIAN: Pertumbuhan Ekonomi 5% Yang Merupakan Ilusi Antek CIA… Membelah NKRI Menjadi Negara Dalam Negara…
Sri-Bintang Pamungkas
Sesudah Soeharto jatuh dan perekonomian Indonesia babak-belur akibat Krisis Moneter 1997/98, Indonesia bersama rezim pasca Soeharto tidak lagi mempunyai kapasitas membangun untuk mewujudkan Indonesia Adil dan Makmur. Saya Ali Sadikin, Kemal Idris, Hariadi Darmawan, Sri Edi Swasono, Meilono Suwondo, Usep Ranawijaya serta beberapa Aktivis lain, yang semuanya tidak percaya kepada Habibie, sempat ditangkap dan diperiksa di Bareskrim dengan tuduhan makar dan menunggangi Gerakan Mahasiswa menolak Habibie.
Akibatnya, 18 Pemuda dan Mahasiswa tewas ditembak polisi dalam Kasus Semanggi 1; empat dalam Semanggi 2. Kami pun dicegah bepergian ke Luar Negeri selama 6 bulan.
Harapan kepada Habibie tidak terwujud, karena dia pun mendapat tekanan dari AS dan para Cina Oligarki untuk tidak berlanjut… Habibie, Gus Dur dan Megawati terlibat dalam Kudeta Konstitusi bersama Gerombolan Amien Rais dengan mengganti UUD45 Asli menjadi UUD Palsu… Indonesia semakin hancur. Oligarki Cina pimpinan James Riady bersama Bill Clinton yang berada dibalik Kudeta Konstitusi itu menjadi semakin merajalela…
SBY yang Boneka AS dan yang pertama menjalankan UUD Palsu semakin rapat dengan para Oligarki Cina. Sumberdaya Alam minyak bumi, gas alam, minerba semuanya berikut hutan-hutan tropis diberikan fasilitasnya kepada Asing dan Cina-cina Konglomerat untuk dijarah dan dirampok. Di Era SBY untuk pertamakalinya Indonesia tidak lagi menjadi pengekspor minyak Bumi… Hak Guna Usaha pun diberikan untuk 99 tahun. Sekalipun Rezim hanya mendapat rècèhan, tetapi kekayaan Rezim semakin besar dan kuat akibat kerjasama dengan Cina-cina Konglomerat. Cina-cina itu pada akhirnya menjadi Oligarki yang menguasai NKRI bersama-sama Rezim.
Ternyata sejak jaman Soeharto universitas-universitas itu hanyalah Menara Gading yang tidak mampu menghasilkan sarjana-sarjana Entrepreneur, atau Pengusaha Plus, melainkan Amtenar-amtenar yang sasarannya adalah PNS Birokrat, atau menjadi karyawan dan buruh swasta di bawah Pengusaha ECI, atau paling-paling menjadi pegawai BUMN yang terus-menerus merugi, karena menjadi sapi perah Rezim berkuasa. Tak ada atau melainkan sedikit saja yang bisa menjadi Pengusaha Besar, selain Abu Rizal Bakrie, Panigoro, Ponco Sutowo, dan sejumlah kecil Pribumi lainnya. Banyak di antara yang lain-lainnya itu adalah Kroni-kroni Soeharto. Dibanding dengan para ECI, peranan sarjana-sarjana Pribumi ini tidak ada artinya.
Adapun orang-orang macam AnikSriMul dan YayakPurbaya, selain tidak punya pengalaman dalam bisnis dan industri, akhirnya juga mengabdi menjadi birokrat. Seperti birokrat-birokrat lain, mereka pun tidak mampu membikin Sarjana-sarjana Pribumi kita menjadi Pengusaha Besar, melainkan justru membikin para ECI menjadi Naga-naga Konglomerat dan Oligarki, sementara Rakyat Kebanyakan tetap melarat dan sengsara. Pertumbuhan Ekonomi yang mereka gembar-gemborkan hanya berkisar pada Angka Rata-rata 5%, sementara Rakyat semakin miskin akibat Nilai Rupiah terus meluncur jatuh ke angka Rp. 20.000,- per Dollar sekalipun terjadi Dedolarisasi Global.
Apalagi ketika Kampus dibungkam habis oleh SBY… Perkembangan yang lebih dahsyat membahayakan terjadi di bawah Rezim Jokowi. Wiwik membangun infrastruktur di Darat, serta di Laut membangun Tol Laut dan Poros Maritim. Bangunan-bangunan itu dipakai untuk memudahkan pendaratan jutaan Cina-Cina dari Daratan Cina. Mereka sengaja didatangkan untuk merampok kekayaan NKRI serta menghancurkan Perekonomian Negara.
Sesungguhnya Indonesia Negara Proklamasi 1945 sudah terkepung dan dikuasai para Oligarki Cina yang bekerjasama dengan Rezim Drakula-Drakuli. Rezim ini yang sejak berlakunya UUD Palsu telah berhasil merebut dan mengambilalih Kedaulatan Rakyat. NKRI terbelah menjadi tiga negara: Negara Rakyat yang tercabik-cabik, Negara Rezim Drakula-Drakuli yang semakin mewah gemerlapan, dan Negara Oligarki Cina yang semakin merajalela. James Riady dari LIPPO bersama para Naga Cina dan Superpowers Asing di belakangnya bisa membuktikan Lama-lama Indonesia Pasti Punya Owe… Prabowo Subianto hanya sekedar Antek mereka…
(Bersambung)
Jakarta, 25 Januari 2026
@SBP



