Suara Guntur 49/20 Agustus 2025

Dalam sambutannya pada acara Dekrit Rakyat Semesta Kembali Berlakunya Pancasila dan UUD 1945 Asli, Sri-Bintang Pamungkas mengulang kembali Pernyataan-pernyataan Sikap Kelompoknya selama ini yang disampaikannya dalam beberapa Deklarasi Jakarta.
Pada 1 Oktober 2024 menyatakan Deklarasi Jakarta I, tidak percaya kepada DPR-RI yang baru dilantik. Selain dipilih secara curang, dasarnya pun UUD Palsu. Lalu pada 20 Oktober 2024, kembali menyampaikan Deklarasi Jakarta II, tidak percaya kepada Prabowo dan Gibran… Lagi-lagi karena Pilpresnya selain curang juga karena keduanya tidak dipilih oleh MPR, sehingga bukan lagi menjadi Mandataris MPR. Demikian pula, karena Wowok menyatakan dirinya masih satu Tim dengan Wiwik.
Padahal Wiwik telah berkhianat dengan menghancurkan Tatanan Negara; mendatangkan puluhan juta Orang Cina Asing untuk merampok Kekayaan Alam RI; dan mengusir Rakyat dari tanahnya untuk membikin Negara-negara Komunitas Cina bersama para Oligarki Konglomerat Cina Perantauan di seluruh pantai NKRI. Belum terhitung kerusakan pada Keuangan Negara dan Perekonomian Rakyat yang menjadi samasekali Bangkrut dengan Utang
Luar Negeri yang sulit dibayar. Bahkan, Wowok menyusun Kabinetnya dengan menggunakan Hantu-hantu Hidup Koruptor dan Perampok dari pasukan Wiwik.
Karena itu pada awal 2025 disampaikan Deklarasi Jakarta ke III, menuntut agar Wiwik yang tidak bisa membuktikan punya Ijasah Asli SMA dan Sarjananya diajukan ke muka Pengadilan. Karena 10 bulan telah berlalu tanpa ada respon dari Wowok, melainkan keadaan semakin rusak dan Rakyat semakin menderita, maka tuntutan kepada Wowok berlanjut di dalam Deklarasi Jakarta ke IV pada 2 Juli 2025 untuk mengganti pemerintahannya dengan menyatakan kembali berlakunya Pancasila dan UUD 1945 Asli. Apabila tidak, maka rakyat sendiri yang akan menyatakan Dekrit Rakyat serta membentuk Pemerintah Transisi…
Pada 20 Agustus 2025 ini kami menepati janji kami dengan menyampaikan Dekrit Rakyat Semesta Kembali Berlakunya Pancasila dan UUD 1945 Asli.
Selanjutnya, menanggapi Pernyataan Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantio tentang indikasi adanya kelompok yang mau menjatuhkan Wowok, Sri-Bintang menjawab dengan tegas dalam sambutannya: “Ya Jenderal! Kami tidak suka dengan Kebijakan Prabowo Gibran… Benar, kami bermaksud menjatuhkan mereka! So what, General!” (@SBP)



