“Diary: 20 Bulan Perjalanan Pengabdian Iqbal-Dinda” Merekam Gaya Kepemimpinan Gubernur Diplomat dalam Mengubah Wajah NTB

0
39

Buku karya intelektual muda asal Sumbawa, Nurdin Ranggabarani, bersama Tim MATADATA Institute ini merekam secara cermat rekam jejak kepemimpinan Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri dalam 20 bulan pertama masa pengabdian mereka. Di tengah berbagai kerumitan masalah di NTB—mulai dari minimnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), beban utang warisan masa lalu, hingga ketimpangan infrastruktur—Miq Iqbal tampil dengan gaya kepemimpinan seorang “Gubernur Diplomat”.

Menilai Masalah dengan Solusi Konkret dan Cepat

Keunggulan utama yang disoroti oleh Nurdin dalam karya-karyanya adalah bagaimana Miq Iqbal memandang sebuah masalah tidak untuk dikeluhkan, melainkan langsung dicarikan jalan keluar yang terukur, cepat, tepat, dan solutif. Berbeda dengan pengalaman kepemimpinan masa lalu di NTB yang sering kali lamban merespons atau terbelenggu birokrasi kaku, Miq Iqbal langsung mengambil tindakan nyata (gerak cepat) untuk menyelesaikan persoalan krusial yang selama bertahun-tahun dibiarkan mangkrak.

Beberapa contoh nyata penyelesaian masalah solutif yang dihadapi oleh Gubernur Iqbal meliputi:

  1. Terobosan Kesehatan dan Rumah Sakit Rujukan Pulau Sumbawa: Menjawab keluhan menahun warga Pulau Sumbawa yang harus merujuk pasien berat ke Mataram dengan biaya ambulans yang mahal, Miq Iqbal langsung bergerak menaikkan status Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) H. L. Manambai Abdulkadir (RSMA) di Sumbawa Besar dari Tipe C menjadi Tipe B. Tidak hanya itu, ia juga menghadirkan sistem rujukan digital terintegrasi bernama SIRANAP NTB untuk memangkas birokrasi berobat yang rumit, serta meluncurkan program Universal Health Coverage (UHC) agar seluruh masyarakat kurang mampu terlindungi jaminan kesehatan.
  2. Mengatasi Isolasi Infrastruktur dan Jalan Rusak: Merespons keluhan warga terkait jalan provinsi yang rusak parah bertahun-tahun—seperti ruas jalan Lenangguar-Lunyuk dan jalur bypass Poto Tano-Seteluk—Gubernur membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) infrastruktur yang siaga 24 jam untuk menangani aduan masyarakat. Hebatnya lagi, ketika dihadapkan pada pilihan membangun Jalan Tol atau Jalan Bypass Port to Port Lembar-Kayangan, Miq Iqbal dengan tegas memilih jalur bypass demi memastikan rakyat NTB tidak harus membayar jalan berbayar seumur hidup di tanah kelahiran mereka sendiri.
  3. Kemudahan Uji Laboratorium Ternak: Sebagai lumbung ternak nasional, para pengusaha sapi potong di NTB dulunya harus direpotkan dengan uji lab PCR PMK yang harus dilakukan di Bali dan kerap mengalami antrean panjang serta pembengkakan biaya. Hanya dalam waktu singkat, Miq Iqbal menerbitkan Pergub Nomor 5 Tahun 2025 untuk menghadirkan Laboratorium Uji Kesehatan Hewan secara mandiri di NTB.
  4. Reforma Birokrasi dan Manajemen Talenta ASN: Untuk memutus stigma birokrasi berbasis “orang dekat” kekuasaan yang telah berlangsung selama 68 tahun, Gubernur menerapkan sistem meritokrasi melalui Manajemen Talenta ASN NTB yang disetujui oleh BKN RI, menjadikan NTB sebagai pelopor di Indonesia.

Sentuhan Elegan Intelektual Muda Sumbawa

Nurdin Ranggabarani merangkum seluruh catatan harian (diary) kepemimpinan ini dengan gaya penulisan yang to the point, transparan, berbasis data, serta objektif tanpa sanjungan berlebihan. Buku ini memperlihatkan bagaimana visi besar “NTB Makmur Mendunia” yang diusung oleh duet Iqbal-Dinda bukan sekadar angan-angan politik, melainkan sebuah ikhtiar nyata yang memadukan jejaring global sang diplomat dengan kecintaan mendalam terhadap tanah kelahiran.

Melalui buku ini, Nurdin berhasil menunjukkan kepada publik bahwa dengan kepemimpinan yang berani mengambil risiko, berintegritas tinggi, dan berorientasi pada kemaslahatan rakyat, berbagai masalah menahun di NTB akhirnya dapat diselesaikan secara tuntas dan cepat.

 

Adv. TH
Praktisi Hukum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here