Jakarta, penyerbuan tentara Israel terhadap wilayah Palestina dan Masjidil Aqsa sama dengan tindakan Cina memperluas wilayahnya di laut Cina Selatan. Kesamaan ini sama-sama tidak mau mengakui hukum International dan mengabaikan deklarasi PBB padahal mereka sama-sama anggota PBB dan yang menarik adalah tindakan keduanya melakukan Agresor untuk meluaskan Wilayah kekuasaan dengan melawan hukum dan melibatkan banyak Bangsa dan Negara. Dari dua peristiwa ini Indonesia harus ambil sikap Indonesia sesuai konstitusi Negara Kesatuan Indonesia,yaitu yang dituangkan dalam pembukaan Undang Undang Dasar 45 dan karenanya harus berani melakukan politik bebas aktif sebagaimana dilakukan oleh Presiden Sukarno dan Presiden Suharto dalam peristiwa Bosnia, dan membentuk pasukan perdamaian bersama Turki, Rusia, Tunisia dan Norwegia. Dan ini sesuai dengan program San fransico tanggal 25 juni 1945, yang dikenal dengan Piagam PBB, Sebelumnya Norwegia dan Tunisia dan Cina mengusulkan sidang Dewan Keamanan PBB tentang palestina tetapi Amerika Serikat minta diundur tanggal 15 mai 2021.
Stay connected
Latest article
Refleksi Pasca Obituari: Diogenes Abad 21
Rompas Para Lubis
Di zaman ketika nilai seseorang sering diukur dari apa yang dimilikinya, Dia memilih jalan yang sama sekali berbeda.
Dia berjalan ringan, pelan, hampir...
SELAMAT JALAN LUBIS…
Nama lengkapnya Pandapotan Lubis, kelahiran Medan... Tapi entah semua Aktivis yang kenal dia memanggilnya Lubis saja, atau Lubis Guntur 49. Aku sendiri mengenalnya sejak...
TIDAK CUMA KETURUNAN ARAB, CINA PUN BEREBUT JADI RI SATU…
Hizbullah Indonesia:
REZIM PENJUAL NEGARA PELAKU MAKAR SEGERA JATUH SEIRING DENGAN HANCURNYA PEREKONOMIAN: Pertumbuhan Ekonomi 5% Yang Merupakan Ilusi Antek CIA... Membelah NKRI Nenjadi Negara...





