Wakil Rektor III Universitas Cokroaminoto (YAPERTI): Waspada China menggunakan Infrastruktur dan Tenaga Kerjanya untuk mendukung gerakan Milter di Laut Cina Selatan

0
911

Dengan Kapal Perang Cina umbar tembakan di Laut Cina Selatan, waspada ada kemungkinan Cina akan menggunakan pekerjanya untuk mendukung kegiatan Meliter di Laut Cina Selatan, kata Wakil Rektor III Universitas Cokroaminoto(YAPERTI) Elvan Gomes dalam wawancara dengan media NSEAS terkait pergerakan Meliter Cina dan Amerika di Laut Cina Selatan di gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta 10 desember 2020.
Menurut Elvan. kedatangan pejabat Pentagon menemui Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada tanggal 7 Desember 2020 dalam meningkatkan kerjasama di Laut Cina Selatan, darikunjungan tersebut Terisirat ,bahwa Amerika meminta dukungan dan sikap Indonesia dalam menjaga Kedaulatan Laut dan Wilayah Laut, serta Zona eklusif Indonesia, sesuai aturan yang di atur UNCLOS, ujar elvan.
Dan ini harus menjadi Prioritas Pemerintah untuk tegas terhadap Cina, bila perlu stop Investasi dari Cina dan pulangkan pekerja Cina dan siapkan Bela Negara dan tentukan sikap Indonesia di Laut Cina Selatan, ujar elvan yang juga sebagai advokad senior.
Sikap Amerika ini, di dasari Indonesia yang menganut Politik Bebas Aktif, dimana Investasi Cina dan Pekerja yang berasal dari Cina berada di Wilayah Negara Kesatuan Republik indonesia (NKRI) atau di sekitar Laut Cins Selatan dan mungkin Amerika memberi warning adanya kemungkinnan Cina menggunakan fasilitas yang dia bangun dan Pekerjanya juga di gunakan sebagai gerakan bantuan Militer Cina di Laut Cina Selatan, dan kita harus tegas dan waspada, akan gerakan Cina tersebut ,tegas Elvan Gomes yang menjabat sebagai Wakil Rektor III Universitas Cokroaminoto(YAPERTI) dan juga selaku advokat senior. Dan selanjutnya beliau katak kan” bahwa Kementerian Pertahanan dan Menkopolhukam serta BIN, harus segera mengantisipasi gerakan Militer Cina di Laut Cina Selatan, agar Cina jangan sampai menggunakan Potensi Infrastruktur dan para Pekerjanya yang ada di Indonesia, jangan sampe Cina menggunakan itu untuk gerakan Militer di Laut Cina Selatan,”ujar advokat senior Elvan Gomes tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here