Jakarta, Peristiwa penjualan aset jalan tol milik BUMN waskita Karya dan penerbitan pepres pembiayaan kereta api cepat Jakarta-Bandung, serta pembatalan pembelian alutsista pesawat sukoi dan menggantungnya pembelian pesawat F 16, kedua peristiwa tersebut merupakan dampak tekanan China dan Amerika terkait dengan masalah ekonomi nasional mereka tentang kasus gagal bayar properti raksasa China dan kasus energi solar di Amerika. Situasi ini berdampak dengan perekonomian negara Timur, termasuk Indonesia karena pergerakan ekonomi dunia akan berkiblat kebelahan timur, termasuk Indonesia. Sehingga mereka yang mencapreskan untuk suksesi kepemimpinan harus mulai melakukan menentukan kebijakan ekonomi nasional menghadapi situasi tersebut. Dari mereka yang digadang-gadang jadi capres, Hanya Anies Bawesdan yang siap mengatasi tekanan tersebut, ini dilihat dengan dijadwalkan Formula-E dan diselesaikan beberap proyek yang mangkrak dikepemimpinan sebelumnya, serta kunjungan dan diplomasi politik, melaui kegiatan internasional bagian langkah cerdas Anies mengeluarkan Indonesia dari tekanan.
Stay connected
Latest article
Kala Alumni Kembali ke Bumi Gora: Wakil Jaksa Agung Serukan Penegakan Hukum Berbasis Kesejahteraan...
MATARAM — Suasana akademik Universitas Mataram (UNRAM) dirundung kebanggaan mendalam, Jumat (2/10) pagi. Di tengah rangkaian agenda kampus, almamater tercinta menyambut kembalinya salah satu...
BUPATI SUMBAWA : “SAYA BERDIRI TEGAK DI PIHAK RAKYAT”
Sebagai Bupati Sumbawa, saya welcome terhadap investasi. Kita harus friendly terhadap investasi yang masuk ke daerah ini. Dengan satu syarat mutlak, bahwa investasi yang...
Menata Masa Depan Profesi Hukum di Yogyakarta: Penguatan Internal Menuju Organisasi Advokat yang Modern,...
Oleh: H. Adi Sahlan, S.H.
(Advokat/Penasehat Hukum & Ketua DPD HAPI D.I.Y)
Dunia kekaryaan advokat di era modern menuntut dinamika adaptif yang tidak hanya berfokus pada...




