Jakarta, Kemenangan Partai Demokrat pada Pemilu Amerika Serikat, serta kebijakan Politik Kongres Amerika Serikat yang menolak Veto Donald Trump membuat kepercayaan terhadap pasar hal tersebut juga berdampak pada Bursa Saham Wall Street yang terus menguat di januari 2021.
Kondisi ini juga menumbuh harapan akan kebangkitan ekonomi Indonesia bayang-bayang Krisis yang sudah di depan mata. Erick Tohir Menteri BUMN juga menanggapi hal tersebut dalam acar peluncuran buku ahlak tang gal 6 januari 2021 yang dirilis CNBCIndonesia.com (1), Menurutnya “Indonesia harus melakukan perecepatan dan strategi percepatan dengan menggunakan Omnibus Law dan membentuk lembaga pengelola investasi”, ujar Menteri BUMN tersebut.
Sebelumnya di Januari 2021, Pemerintah menjual surat utang negara dalam bentuk Valas Dollar dan Euro, senilai Rp 58.8 triliun dalam bentuk obligasi. Hal ini mengindikasikan Pemerintah akan all-out dalam mebangkitkan Ekonomi Nasional, yang juga akan memberi harapan indeks harga saham gabungan, ujar Wakil Rektor III Universitas Cokroaminoto (YAPERTI) pada media NSeas, terkait geliat indeks harga saham gabungan di tahun 2021 ini.
Harapan geliat indeks saham gabungan juga dipengaruhi situasi Politik dalam dan luar negeri, oleh karena itu Politik dalam dan luar negeri harus kondusif, terutama Politik da lam negeri, pungkas yang juga sebagai Advokat Senior
Catatan Kaki:



