Jakarta, Menjelang perhelata KTT G-20 di Bali, yang didahului dengan pertamuan tingkat menteri keuangan, di mana dalam pertemuan tersebut terjadi aksi walkout dari delegasi Amerika, Ukraina dan Inggris disaat delegasi kementerian keuangan Russia menyampaikan presentasinya. Dan dalam pertemuan tersebut menteri keuangan menyampaikan kesiapan Indonesia melaksanakan KTT G -20 di Bali, serta berharap ada peninjuan dan penundaan hutang kepada China bagi negara-negara terlibat hutang besar pada China. Dan Sri Mulyani berharap China sebagai kreditur utama harus menunjukan kepemimpinannya, dan dia memberi respon positif dengan bersedia China dalam komite masalah kredit Zambia,ujar dia dirilis dari media keuangan news tanggal 25 april 2022.
Dan melihat gestur Sri Mulyani ada kemungkinan tersirat utang Indonesia yang ada pada China juga akan diikutkan dalam pembicaraan dan lobi penundaan peninjauan hutang pada komite hutang pada pertemuan G-20 tersebut, sebab dalam komentarnya dia juga menyinggung negara-negara yang berutang pada China.
Dan sebelumnya kepala BPK sudah memperingatkan tentang hutang Indonesia yang sudah di luar ratio ambang batas serta resiko kemungkinan gagal bayar l. Dari dua pernyataan ini seakan tersirat dan tergambar, bahwa Indonesia juga mengalami masalah hutang negara dan swasta yang bertambah, dan pada periode maret 2022 mencapai kurang lebih Rp. 7052,58 triliun, dengan ratio hutang pemerintah terhadal PDB sebesar 40,39 %. Dan wajar kalau Sri Mullyani sudah mulai memberikan peringatan terhadap negara-negara yang berhutang pada China agar tidak bernasib seperti Zambia.





