EKONOMI GLOBAL DAN JIHAD EKONOMI

0
659

Jakarta, Diperiode Desember 2021, Majelis Ulama mengadakan kongres ekonomi umat islam, yang dalam kongres tersebut jihad ekonomi sebagai salah satu rekomendasi, Dan sebelumnya pada acara pembukaan, wakil ketua majelis ulama Buya Anwar Abas telah mengumakakan kesenjangan ekonomi di masyarakat dan kritikan Buya Anwar Abas dijawab Jokowi selaku Presiden emosional sampai dengan teks pembukaan yang sudah disiapkan tidak dibacakan, padahal yang di sampaikan Buya Anwar Abas adalah salah satu masalah ekonomi global yang akan dihadapi ekonomi 2022, ujar Wakil Rektor Universitas Cokroaminoto (YAPERTI) pada Media Nseas di Jakarta.

Selanjutnya dia katakan “bahwa dalam menentukan jihad ekonomi nasional harus mempertimbangkan masalah ekonomi global jadi acuan pijakan dan juga sistim ekonomi nasional yang sudah terlanjur liberal, dan perekonomian, serta aturan hukum diatur oleh pemilik modal, dan ini terlihat dari dibentuknya UU Cipta Kerja, walau sudah dinyatakan in konstitusional masih juga berlaku, peristiwa ini mirip di bubarkanya serikat dagang islam oleh hindia belanda, atas usulan pengusaha liberal jaman itu karena ketakutan bersaing, dan bergabunglah serikat dagang islam keperkumpulan serikat islam, yang anggotanya sekitar 2 juta orang dan menguasai ekonomi masyarakat pribumi saat itu” ujar Wakil Rektor Universitas Cokroaminoto (YAPERTI). Sebaiknya jokowi segera mewujudkan keputusan yang disampai kannya dalam kongres eko nomi umat islam sebagai langkah pembukaan jihad ekonomi, tegasnya.

Dan selain itu kehidupan masyaraka indonesia di kenal sebagai masyarakat agraris, maka konsep lander form harus segera dihidup kan lagi, begitu juga hutan sosial, dan tata ruang harus disenergikan dan jalan seiring roh bangun koperasi dan ini sesuai dengan konsep ekonomi islam,Jadi kritik buya anwar abas adalah landasan jihad eko nomi, tegas wakil rektor universitad cokroaminoto
(Yaperti)itu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here