Rencana Gugatan Kubu Moeldoko Ada kaitan dengan Jengkelnya Yasona Dengan AHY

0
804

Jakarta, Penolakan hasil KLB Partai Demokrat oleh kemeterian Kumham, dan adanya renca na gugatan dari pihak kubu Moeldoko, sebagai tanda perlawanan dan pemaksaan kehendak dari oligarki, ini dapat dilihat dengan pernya taan Moeldoko sehari sebelum KLB ditolak dan pernyataan jengkel Yassona pada AHY setelah mengumum kan penolakan KLB, jadi menurut saya kudeta Partai Demokrat belum selesai.
Karena itu Demokrat harus segera melakukan oposisi baik di parlemen maupun diluar parlemen bersama rakyat, ujar advokat senior Elvan Gomes pada media NSEAs (5/5/2021) dalam wawancara kaitan gugatan kubu Moeldoko atas penolakan hasil KLB oleh kemnterian Kumham.
Dan menurut saya Moeldoko dan oligarki ketakutakutan kekuasaannya kandas ditengah jalan, upa
ya gugatan paling aman, karena jika menggunakan tangan kementetian Kumham resikonya lebih besar dan riak politiknya tinggi, dan ini dilihat dengan sikap Yassona Laoly yang jengkel pada AHY, ujarnya.
Dan selanjutnya dia juga sependapat dengan komentar Andy Malarangeng yang mengatakan gugatan kubu KLB akan menampar muka Moeldoko tapi gugatan ini harus dilakukan guna memenuhi kemauan yang disampaikan Moeldoko sehari sebelum ditolak yaitu membela negara, agar suksesi 2024 terjaga dan l tujuan Indonesia emas tercapai itu kata Moeldoko, tegas Elvan Gomes yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor III Universitas Cokroaminoto (YAPERTI).
Dan ada nya niat gugatan tersebut SBY dan AhlHY jangan pandang remeh segera bangun kekuatan didalam internal Demokrat, berkoalisi dengan rakyat serta full oposisi baik didalam birokrat maupun di luar birokrasi dan gunakan lobi-lobi International, dan membentuk koalisi rakyat nasionalis religius bersama Sultan Yogyakarta dan tokoh-tokoh nasional dan agama, ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here