Jakarta, Dihari hari terakhir dan tanggal Ganjil bulan ramadhan tahun ini tepatnya di bulan april 2022, suasana harga minyak goreng dan kebutuhan kebutuhan pokok melonjak serta carut marutnya kebijakan publik dan politik ekonomi dan hukum baik nasional, regional dan global tidak jelas, dan suasana ini mempengaruhi hingar bingar indonesia, mirip suasana perang dunia kedua dan berita jatuhnya bom atom di Nagasaki dan Hirosima.
Situasi uang terjadinya saat ini, yang menjadi persoalan global dunia adalah peristiwa Rusia-Ukraina, Palestina Laut China Selatan dan Indo-Pasific perubahan iklim krisis energi, krisis ekonomi serta masalah hutang dan gagal bayar, yang mana dengan situasi ini indonesia juga terimbasi secara Politik, Ekonomi, Hukum dan kedaulatanya serta keamanan dan pertahananya dengan situasi global tersebut. Dan ini terlihat dengan gamangnya oligarki birokrasi dan elemen masya rakat dalam mengambil kebijakan keluar sebagai jati diri bangsa dan negara kesa tuan republik indonesia, yang diamanahkan UUD 45 asli.maka tidak heran para elemen bangsa birokrasi eksekutif, legislatif, yudikatif, alat pertahanan negara dan alat keamananan negara, dan elemen elemen bangsa diluar birokrasi, kesemuanya masih dalam pencarian poco poco ditingkungan, pada hal rakyat dalam penantian menunggu lailatul qadar yaitu kemuliaan dan keberkahan sebagai diamanatkan dalam UUD 45 yang asli.Dan keputusan ini sudah diambil oleh Pemuda Indonesia pada tahun 1945 di gedung menteng raya yang sekarang bernama gedung juang, walaupun ada peristiwa pembawaan Sukarno-Hatta ke Rengas Dengklok, yang berwujud Sukarno-Hatta mampu menjadikan jati diri bangsa indonesia dengan proklamasinya.
Dan jika melihat situasi saat ini adalah suasana yang pas dan paling tepat dengan lemahnya kekuatan global, yang sibuk mengurus diri nya sendiri, ayo semua elemen bangsa bersatu, karena kita sudah pancasila dan UUD 1945 18 agustus 1945 sebagai alat persatuan kesatuan bangsa.





