Peristiwa Rempah Jangan Terulang di Laut Natuna Utara dan Papua

0
997

Jakarta, Jika kita berbalik ke peristiwa sejarah masuknya Portugis, Inggris dan Belanda ke Indonesia pada awal abad ke 15, adalah terkait dari perdagangan rempah sampai menguasai rempah di Indonesia dan menjajah bangsa dan kedaulatan wilayah Indonesia, dimana gerakan penjajahan tersebut dimulai dengan menguasai pemegang kekuasaan, melaui penguasaan lahan dan pajak dan memecah belah masyarakat, dan peristiwa ini juga terjadi dilakukan oleh kekuatan global dengan target menguasai laut Natuna Utara dan Papua agar menguasai ladang minyak, gas dan tambang emas yang merupakan sumber daya alam yang diberikan oleh Allah.SWT kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Inddonesia.

Dan tak heran Prof. DR. Sri Edy Swasono, tokoh nasional dan menantu proklamator Bung Hatta, mengingatkan ada kekuatan global yang membuat skanario perpecahan bangsa dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Analisa tersebut, saat ini terlihat dengan pembusukan ekonomi yang merubah prinsip ekonomi bangun koperasi menjadi liberal, serta pembengkakan hutang, membuat jarak power-sistem dengan rakyat melalui treshold 20%, serta membuat politik pecah belah serta membangun pobia islam sebagai alat pecah belah.

Dan situasi ini jelas nampak dan nyata, namun hingga penghujung 2021 belum juga ada kesadaran dari kita masing-masing yang mengaku pembela bangsa dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai harga mati, dan ini terlihat belum ada tindakan dan sikap nyata yang dilakukan Eksekutif, Legislatif, maupun Yudikatif dalam mengambil sikap atas gangguan kedaulatan bangsa dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here