PON Papua XX: Antara Pencitraan dan Masalah HAM

0
966

Jakarta, Pekan Olah Raga Nasional XX dibuka di Stadion Lukas Enembe (2/10/2021). Menariknya, menjelang rombongan Presiden Jokowi memasuki tempat diselenggarakannya pembukaan PON Papua XX, ada seorang suster berteriak memanggil Presiden Jokowi, mobil rombongan Presiden Jokowi berhenti dan langsung menghampiri suster tersebut, Peristiwa tersebut menghiasi pemberitaan diberbagai platform media.

Selain peristiwa tersebut, ada hal yang sangat penting dari kejadian diatas, yaitu rencana kedatangan United Nations Commission on Human Rights (UNCHR) ke Papua, yang tertunda karena alasan pandemi. Akan tetapi, dengan diadakannya PON Papua XX hal tersebut sudah tidak beralasan lagi, desakan pun hadir dari enam negara pasifik yang mendesak United Nations Commission on Human Rights (UNCHR) agar segera merealisasikan kunjungannya ke Papua.

Atas dasar desakan desakan tersebut, UNCHR sudah memasukan Papua sebagai salah satu wilayah yang akan dikunjungi, namun hal tersebut sepertinya akan sulit terealisasi karena sikap Pemerintah yang terkesan menghambat proses investigasi yang akan dilakukan oleh UNCHR tersebut.

Hal tersebut juga mendapatkan kometar keras dari United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), yang mengatakan “Jangan jadikan pandemi alasan untuk menghambat kedatangan UNCHR ke Papua, karena PON ke XX telah dibuka dan di gelar” kata ketua komisi ULMWP pada media Jubi.co.id (1). dengan adanya desakan ini, mampukah PON Papua XX dan menghadang kunjungan utusan PBB ke Papua.

Catatan:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here