Jika Moeldoko mundur Jokowi kalah lawan SBY

0
879
Elvan Gomes Advovad Senior

Jakarta, KLB Partai Demokrat di Sibolangit, yang berlanjut saling lapor dan saling gugat di masing-masing kubu dan muncul berbagai macam pendapat, yang menyentuh kekuasaan, termasuk desakan kepada Moeldoko untuk mundur dari KSP.

Manuver juga dilakukan oleh AHY dari mendatangi kementrian Kumham sampai mendatangi mantan Wapres Jusup Kalla, serta isu yang melibatkan M. Nazaruddin mantan bendahara Partai Demokrat yang mencoba menarik KPK ikut dalam sengketa kudeta Partai Demokrat.

Hal ini akan membuat suasana  politik menjadi panas yang dapat merambah pada  adu kekuatan dan juga mempengaruhi wibawa dan kepercayaan Pemerintah, ujar Elvan Gomes advokat senior pada media NSEAS (16/3/2021) dalam wawancara terkait desakan mundurnhya Moeldoko dari Pemerintahan.

Selanjutnya beliau katakan, bahwa desakan mundurnya Moeldoko, harus disikapi dengan hati-hati dan bijak, karena  pertarungan ini mirip peristiwa KLB PDI di medan yang menimbulkan peristiwa 27 Juli dan berujung jatuhnya Orde Baru dan muncul Reformasi, ujar Elvan yang juga menjabat Wakil Rektor III Universitas Cokroaminoto (YAPERTI)

Dan yang perlu dingat waktu itu Megawati hanya anggota DPR dan anak mantan Presiden, sedangkan sekarang mantan Presiden dua kali dan mulus yang mampu mengalahkan PDI sebagai pemenang pemilu, dan mantan jendral yang pernah menjabat kepala staf perdamaian di PBB dan menantu Sarwo Edhy Wibowo yang ikut andil dalam G30-S PKI, ini harus jadi hitungan, selain itu jika Moeldoko mundur berarti Jokowi kalah, pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here