Wakil Rektor III Universitas Cokroaminoto (YAPERTI): Bima Arya tidak Berhak meminta Rekam Medis

0
77

Intervensi Bima Arya dalam meminta hasil Swab adalah Tindakan Melawan Hukum, karena Rekam Medis adalah Hak Privasi Pasien dan Dokter,  ditambah niatan melaporkan Rumah Sakit adalah tindakan berlebihan, ujar Elvan Gomes selaku Wakil Rektior III Universitas Cokroaminoto (YAPERTI) dalam wawancara melaui sambungan Telepon dengan Media NSeas, pada tanggal 29 November 2020.

Menurutnya Bima Arya tidak paham tentang Tugas dan Wewenangnya atau mungkin reaksi Bima Arya tersebut dilatari beban psiklogis dan ketakutan yang berlebihan, ujar Elvan yang juga selaku Advokat Senior tersebut.

Selanjutnya dia mengatakan, apa benar sudah jadi Delik Pidana Protokol Kesehatan dan apa benar ada penyebaran wabah atau penyakit tersebut, ini seharusnya jadi pertimbangan saudara Bima Arya sebelum melakukan tindakan, Beliaukan Walikota atau Pejabat, sudah seharusnya bisa lebih bijaksana, ujar Elvan.

Oleh karenanya dalam menentukan sikap Hukum utamakan Keadilan, Kepatutan serta Kepastian Hukum, maka dari itu pahami Hukum secara benar dan seksama baru mengerti mana yang masuk delik Pidana dan mana yang bukan, ujar Wakil Rektor III Universitas Cokroaminoto (YAPERTI) tersebut.

Selanjutnya dia berharap agar Penyelesaian kegaduhan ini dengan diselesaikan dengan bijaksana dan Berkeadilan, bukan dengan rasa Benci dan tidak Suka Apalagi sentimen Politik, tegas Elvan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here