Kesombongan Kekuasaan

0
1022

Jakarta, Pagi tanggal 9 Januari 2022, disaat media NSEAS menikmati kopi di Semarang, ada cuitan “kesombongan kekuasaan dan becik ketitik olo ketoro”. Dari cuitan tersebut mempunyai makna kritik, pesan dan nasehat yang sangat dalam, lebih lebih dicuit oleh Budayawan senior, Politisi senior dan mantan pengurus besar Himpunan Mahasiswa Islam, Babe Ridwan Saidi. Dalam cuitan tersebut disertai foto seorang amtenar belanda yang duduk congak dikursi sementara perempuan native berdiri dan juga ada duduk ditanah.

Dari cuitan dan foto tersebut, tersirat ada pamer kekuasaan, dan itu foto terjadi di abad ke XIX Masehi, ujar Babe Ridwan Saidi. Dalam cuitan tersebut, beliau mengulas dengan apik menyandingkan keserakahan dan perlawanan bersenjata dari Sultan Agung 1628 sampai 29 dan perlawanan bapkayah tanggerang 1924, dan ini menolak kayal bahwa indonesia 350 tahun, cuit Babe Ridwan Saidi.

Dan cuitan itu juga disisipi dialog tentang lamanya perundingan konfrensi meja bundar dan kelaparan 22 juta bangsa indonesia hasil laporan asia devolepement bank dan adb bank.

Dari cuitan tersebut, dapat di maknai bahwa kesombongan kekuasaan akan membuat kemiskinan dan perlawanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here