Jakarta, Menjelang diakhiri periode Desember 2021, terlihat dan nyata klimaks diplomasi politik pertahanan dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini dibuktikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, melalui diplomasi politik pertahanan, dalam menyiap kan personil cadangan dan ke alusita ketiga matra TNI dan ini terlihat dalam memutuskan pembelian dan hibah alusita baik dari perancis maupun hibah dari amerika serikat.Disini prabowo cerdas dalam mengambil sikap atas konflik Laut China Selatan dan indopasifik. ujar wakil Rektor Univrsitas Cokroaminoto (YAPERTI).
Dan sikap prabowo ini mulai terlihatmulai dari pembelian alusita matra laut dan menerima hibah F16 eagel dari Amerika dan pembelian pesawat tempur tafael dari Perancis padahal Chna sudah menggadang dan melobi pesawat tempur SU 35 dan bahkan dibuat manuver di Laut China Selatan oleh China.
Dan sikap ini mulai dengan pada bulan Juni 2021 penandatanganan kerjasama pertahanan antara indonesia-perancis, pertemuan Prabowo dengan menhan amerika dan nato serta menhan israel adalah bagian dari diplomasi politik pertahanan meredam arogansi China dan proyek sutranya, dan kedatangan Bleinkin menteri luar negeri Amerika juga hasil diplomasi politik menhan Prabowo, ujar Gomes Wakil Rektor Universitas Cokroaminoto (YAPERTI).
Dan selanjutnya pertemuan G20 dan pidato bleinkin di Universitas Indonesia bahian tandingan pidato Xi Jinping yang dilakukan ditempat yang sama, dan diplomasi Prabowo ini merdam situasi Laut China Selatan dan Papua, dan juga merubah situasi ekonomi politik dalam negeri ini terlihat putusan mahkamah konstitusi pada kasus undang-undang Ciptakarya, dan pendelegasian proyek cina kepada LBP, ujarnya.





