Jakarta, Peristiwa penangkapan salah satu pengurus Majelis Ulama Indonesia, membuat heboh media sosial, sampai-sampai ada tagar bubarkan Majelis Ulama Indonesia, serta banyak komentar Pro dan Kontra dalam media sosial tersebut. Sebelum penangkapan (16/11/2021) ada pertemuan virtual antara Xin Jin Ping dengan Biiden, atas prakarsa Putin, dalam pertemuan tersebut terkait kasus memanasnya perang dingin China-Amerika di Laut China Selatan,
Pertemuan tersebut dibahas masalah Taiwan, HAM dan Perdagangan. Namun sebelumnya ada pertemuan G-20 di Roma dan dalam pertemuan tersebut menghasilkan Wacana Perubahan iklim dan ekonomi, dimana dalam per temuan tersebut China tidak hadir.
Setelah pertemuan Virtual tersebut China memblokade kapal Filipina di Laut China Selatan, dan tindakan China tersebut mendapat reaksi keras Amerika. dengan situasi serta peristiwa tersebut Indonesia harus waspada, dan jangan terbelah dan terpancing dengan adanya upaya pemecahan masyarakat, termasuk kasus penangkapan anggota fatwa MUI, dan mungkin bisa terjadi perang dagang digeser di negara-negara yang berada di Laut China Selatan, sebab pertemuan Virtual Biden – Xi Jin Ping hanya masalah Taiwan dan yang perlu menjadi konsentrasi perhatian kita yang sangat krusial adalah China tidak mau mengakui perjanjian hukum laut UNCLOS dan adanya pangkalan militer China dilaut China Selatan. Kita harus memberi apresiasi Menhan Prabowo yang telah mempersiapkan pasukan cadangan dan menambah alutsista baik laut maupun udara.





