Perang ga bisa langsung dar der dor. Ada protokolnya.
A.l:
1. Casus Belli
2. Pertemuan antara pihak2 yg akan berperang.
USA dengan koalisi multinasional perangi Iraq 2003 setelah:
1. Adanya Casus Belli Iraq menyerang n menjarah Kuweit tanpa dasar apapun.
2. Adanya pertemuan 3 hari antara Menlu Tareq Azis n Menlu USA.
Setelah ke2 butir protokol perang dilalui maka iraq diserang. Bombardemen saja meliputi serangan 52 ribu sortie.
Perang USA dengan China Insha Allah kejadian mungkin dalam bulan-bulan ini. Setidaknya tahun 2021.18 tahun setelah Iraq. Sedeng deh.
Casus belli:
1. China kangkangi Laut China Selatan abong2 namanya pake China. Malaysia tidak kangkangi selat Malaka, Indonesia tidak kangkangi selat Sunda, karena ada celah Internasional sesuai hukum laut. China tolak hukum laut.
2. China serbu dunia degan senjata biologis yg WHO kasih nama covid 19. Nyebutnya asikan kopat kopit. WHO mo preksa Lab Wuhan ditolak. Rusia n USA tuduh China maen senjata biologis. USA hajar China degan tuduhan berlapis bahwa China lakukan serangan cyber ke USA, kata Biden kemaren.
3. Protokol lain pertemuan tatap muka mentri China n Menlu USA telah terjadi n berakhir dengan ketegangan. Berakhir tegang apa mesem gak penting. Yg penting fakta pertemuan.
Bagimana sikap Indonesia? Dulu-dulu tokoh pembesar n ex tokoh pengintel berkata intinya lebih munafaat (manfaat) gaul ama China dari pada Amrik. Sekalang? 3 hari setelah kedatangan US Army di mari, marika CEP Kelakep Mulut Dibekep lidah Ditekep – Cakep. RSaidi



