Jakarta, Sejak adanya wabah pendemi Covid-19, kekuatan gobal mulai memainkan kartu AS-nya, dengan menciptakan vaksin dan salah satunya China dengan Sinovac-nya dan Indonesia melalui Terawan yang saat itu menjadi menteri kesehatan bersama sama paramedis dan ahli kesehatan bangsa Indonesia menciptakan vaksin nusantara, namun sayang Terawan digeser dari menteri kesahatan dan Pemerintah menentukan sinovac sebagai vaksin yang akan digunakan, sikap pemerintah tersebut tidak mem buat kendor, lalu vaksin nusatara mengajukan ijin edar di Badan pengawas obat dan makanan, namun ditolak karena kurang tahap uji klinis. Untuk memenuhi persyaratan tersebut, terawan dan kawan-kawan menggunakan fasilitas rumah sakit gatot subroto sebagai alat uji klinis lanjutan, dan ini mendapat respon masyarakat sebagai relawan dari pengusaha, mantan menteri, dan bahkan secara formal rumah sakit gatot subroto selaku bagian satuan kerja angkatan darat membuat surat dan penjelasan kepada kepala staf angkatan darat. Namun upaya untuk menghentikan vaksin nusantara ini makin gencar. Selanjutnya jika dilihat secara medis dan kesehatan, apa yang dilakukan oleh terawan adalah yang benar dan tepat, Karena cara yang dilakukan adalah mengambil sampel darah masing-masing individu yang kemudian dimasukan ketubuh pemilik darah tersebut setelah melaui serangkaian kegiatan di lab selama 7 sampai 8 hari, dan ini sesuai dengan kekebalan tubuh masing-masing individu, ini berbeda dengan sinovac yang masukan virus yang sudah di jinakan kedalam tubuh dan efektitasnya 65%.
Adanya sikap ini pengamat kebijakan publik Amir Hamzah, mengatakan ada konspirasi global yang menghambat vaksin nusantara beredar di rumahnya sendiri. Kondisi ini semakin nyata oligarki sudah mulai memainkan skema globalnya, dan ini harus kita sikapi dengan memberi dukungan penuh kepada vaksin nusantara, karena ini menyangkut kedaulatan bangsa ini menjadi tuan dirumahnya sendiri, bravo vaksin nusantara kami mendukung dan menunggu mu.





