Jakarta, Dari awal Januari sampai dengan akhir maret 2021 ada beberapa kasus Hukum yaitu kasus HRS, kasus KM 50 Tol Jakarta-Cikampek, KLB Demokrat dan kasus penembakan anggota TNI, serta salah tangkap kolonel TNI, yang menjadi perhatian publik baik Nasional maupun International, oleh karena itu lembaga yudikatif dan Penegak Hukum harus sesuai koridor dengan Keadilan, agar hukum mendapat kepercayaan bagi penegakan Hukum, ujar Advokat Senior Elvan Gomes kepada media NSEAS (27/03/2021) dapat Wawancara kasus hukum periode Januari Maret 2021 Menurut saya Peristiwa tersebut harus menjadi konsen serius bagi Lembaga Yudisial Penegak Hukum dan Pemerintah, jangan sampai salah dalam menegakan Keadilan atau dengan kata lain tidak sesuai dengan prinsip keadilan yang dimaksud dalam konstusi Undang-Undang Dasar 1945, karena jika terjadi penyimpangan tentang keadilan dan tidak tegak lurus dengan prinsip keadilan yang diatur dalam konstitusi Undang-Undang Dasar 1945, maka akan muncul krisis kepercayaan terhadap Hukum, yang berdampak tidak percaya masyarakat pada Pemerintah, dan kemungkinan akan muncul poros nasionalis relegius Masyarakat sipil dan TNI, dan ini bencana buat oligarki, serta peristiwa Mahatir dan Myanmar mungkin akan terjadi disini, karena parameter ini sudah terlihat dengan derasnya kritik terhadap penegakan hukum, kasus korupsi, serta tidak mampunyai lembaga Yudikatif sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman yang merdeka baik di kelompok Yudikatif di bawah mahkamah agung maupun yudikatif yang berada dalam naungan Mahkamah Konstitusi. ini penyebab kekacuan hukum dan tidak dipercayanya Badan Yudikatif dan penegak hukum oleh masyarakat, oleh karena itu saya berharap badan Yudikatif dan penegak hukum dan kembali menjalan kedudukannya pada khitoh kekuasaan kehakiman yang merdeka, ini harus diwujudkan dalam memeriksa, mengadili dan memutus perkara ujar Elvan Gomes yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor III Universitas Cokroaminoto (YAPERTI) Selanjutnya, dia mengharap penegak hukum dan badan badan hukum harus mampu menjawantahkan tentang kekuasaan hekahikan yang merdeka dalam setiap nafas dan langkah menegakan hukum yang tegak lurus dengan keadilan, pungkasnya.
Stay connected
Latest article
Refleksi Pasca Obituari: Diogenes Abad 21
Rompas Para Lubis
Di zaman ketika nilai seseorang sering diukur dari apa yang dimilikinya, Dia memilih jalan yang sama sekali berbeda.
Dia berjalan ringan, pelan, hampir...
SELAMAT JALAN LUBIS…
Nama lengkapnya Pandapotan Lubis, kelahiran Medan... Tapi entah semua Aktivis yang kenal dia memanggilnya Lubis saja, atau Lubis Guntur 49. Aku sendiri mengenalnya sejak...
TIDAK CUMA KETURUNAN ARAB, CINA PUN BEREBUT JADI RI SATU…
Hizbullah Indonesia:
REZIM PENJUAL NEGARA PELAKU MAKAR SEGERA JATUH SEIRING DENGAN HANCURNYA PEREKONOMIAN: Pertumbuhan Ekonomi 5% Yang Merupakan Ilusi Antek CIA... Membelah NKRI Nenjadi Negara...





