Neo-Kolonialisme Di Balik Islam-Phobia dan KLB Partai Demokrat

0
921

Jakarta, “Jalan-jalan di Jakarta tahun 1964 banyak yang berlubang, enggak bisa beli aspal waktu itu, karena uangnya digunakan Bung Karno buat hajar Nekolim”, ujar Ridwan Saidi kepada media NSEAS (10/03/2021) di Jakarta. Menurut Babeh sapaan akrab beliau, peristiwa politik yang terjadi saat ini karena menurunnya kualitas politisi dan birokrat itu sendiri sehingga terjadi Section-Drama politik, keluar dari nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Sosio- Demokrasi, dan Keadilan.

“Sekarang di luar Peradaban rame bukan main, tapi Peradaban yang kalah, seperti kasus Sibolangit, jauh dari peradaban” sambung Babeh. Beliau juga mencontohkan retorika politik Cicero pada jaman romawi, dihancurkan-nya kebudayaan Islam melayu di Asia Tenggara sejak 1832 sampai 1902.

Sejalan dengan pemikiran Babeh Ridwan Saidi, Elvan Gomes yang seorang Advokat Senior serta Aktivis berpendapat “Satu-satunya alasan Indonesia merdeka adalah untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa dan Kesejahteraan bersama, maka konstitusi UUD-1945 dan Pancasila adalah Peradaban NKRI yang sesungguhnya, Nekolim tidak akan dapat kuasai NKRI selama Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila yang murni yang diterapkan dan merupakan wujud NKRI, maka dari itu kita harus kembali ke Undang-Undang Dasar 1945”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here