*SETAHUN ANIES…:* *Bertekuklutut pada Taipan… (1)*

0
175

Sri-Bintang Pamungkas

Tidak habis pikir saya, seorang Anies Baswedan, Doktor dalam Kebijakan Masyarakat jebolan Amerika Serikat, dan dengan latar belakang Sarjana Ekomomi UGM, dan sekarang Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta bisa membuat keputusan yang berpihak kepada para Taipan dan mengorbankan masyarakat Jakarta Utara khususnya dan Indonesia umumnya.

Sudah sekitar setahun yang lalu masyarakat akademik hampir di seluruh Indonesia, diawali oleh Alumni Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor dan lain-lain, termasuk Uni Andalas, Uni Hasanuddin dan Uno Udayana, semua menyeru untuk menolak Proyek Reklamasi Teluk Jakarta. Dan jauh hari sebelumnya, Masyarakat Pantai Utara Jakarta pun sudah menuntut dibatalkannya proyek Reklamasi oleh para Konglomerat Hitam tersebut, lewat berbagai forum, termasuk PTUN.

Proyek gila-gilaan yang membangun Pulau Buatan di depan Pantai Utara Teluk Jakarta tersebut diprakarsai Para Taipan pada masa Gubernur Foke. Lalu menjadi lebih nyata dalam bentuk 17 Pulau yang meliputi luas lebih dari 5,000 hektar pada masa pasangan Gubernur Jokowi/Ahok. Pada waktu itu pun sudah disinyalir, bahwa proyek itu bukan Proyek Reklamasi yang dimaksud pada awalnya di era Soeharto. Proyek itu sangat dicurigai sebagai upaya pendaratan atau _entry point_ untuk masuk Kota Jakarta bagi orang-orang Cina Asing dalam rangka Invasi RRC ke Indonesia, tentu saja dengan Tentara Merahnya. Sekarang setelah empat tahun Jokowi menjabat Presiden, keyakinan tentang Invasi Cina ke Indonesia ini menjadi semakin besar.

Padahal maksud direncanakannya Proyek Reklamasi di Pantai Utara Teluk Jakarta itu adalah sebagai sebuah _Multi-Purpose Project_. Di satu sisi adalah untuk memperbaiki lingkungan hidup masyarakat Nelayan Pantai… di lain sisi adalah untuk.mencegah banjir yang sering terjadi akibat bermuaranya banyak aliran sungai… juga untuk mencegah masuknya air laut ke daratan Jakarta sebagai akibat menurunnya permukaan tanah dan hilangnya sumberdaya air tanah di wilayah Jakarta… serta mencegah erosi ombak laut yang terus-menerus mengikis Pantai Utara Jakarta.

Tiba-tiba saja para Taipan Konglomerat Pengembang dan lain-lain ini muncul dengan Konsep Pembangunan 17 Pulau yang langsung mendapat persetujuan dari pasangan Jokowi-Ahok. Dan entah bagaimana kasak-kusuk di antata mereka itu, termasuk rencana menjadikan Jokowi Presiden RI dan Ahok sebagai Gubernur DKI, rencana mana dalam kenyataannya berhasil, mulailah dilaksanakan Proyek itu yang pada awalnya mereka sebut _the Giant Sea Wall_

Jadilah pulau-pulau itu, beberapa pulau lebih dulu jadi dibanding yang lain, sebutlah 4 Pulau C, D, G dan N. Bahkan sudah ada bangunan-bangunannya sekaligus di atasnya, berupa apartemen dan hotel berlantai banyak dan tinggi. Juga ada bangunan-bangunan untuk perkantoran, pertokoan dan hunian. Sekalipun belum selesai, bangunan-bangunan di atas pulau-pulau itu mirip dengan sebuah kota. Tetapi kesemuanya tanpa ijin mendirikan bangunan. Para Taipan itu yakin, bahwa mereka akan berhasil… tentu dengan permainan uang dan suap… seperti yang terjadi dengan Meikarta, Bekasi.(bersambung)

*@SBP*
29/11/18

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here