GUBERNUR NTB M. ZAINUL MAJDI DIMATA TJAHJO KUMOLO, MENDAGRI

0
987

Oleh
YAMINUDDIN
(Pemred Medianseas.com)

Kementerian Dalam Negeri (Kepmendagri) pimpinan Tjahjo Kumolo telah melanjutkan kebijakan pemberian penghargaan (Leadership award) kepada Gubernur, Bupati dan Walikota. Penghargaan dari Kemendagri ini sebagai apresiasi terhadap kinerja para kepala daerah tersebut.

Pembelian Penghargaan dilakukan setelah melalui sejumlah kajian kepemimpinan berdasarkan pada tujuh aspek. yakni (1). Kapabilitas, (2) Akseptabilitas, (3) Kompatibilitas, (4) Kredibilitas, (5) Integritas, (6) Rekam jejak, dan (7) Inovasi.

Penilaian tentang kinerja kepala daerah dilakukan oleh Tim Penilai Independen (TPI), beranggotakan tujuh orang, terdiri dari kalangan praktisi dan akademisi pemerintahan daerah.

TPI dalam kurun waktu tiga bulan melakukan kunjungan ke sejumlah daerah untuk melakukan observasi lapangan.

Ada empat kriteria penilaian. Pertama, Kepala Daerah telah menjabat minimal empat tahun. Kedua, telah mendapat penghargaan kredibel dari institusi dalam maupun luar negeri. Ketiga, tidak tersangkut kasus hukum. Keempat, mendapatkan citra baik di media massa.

Tujuan pemberian penghargaan itu untuk mencari `mutiara` daerah, nantinya dapat .menjadi calon pemimpin bangsa, serta diharapkan dapat menjadi contoh dan teladan bagi kepala daerah lain.

Pada Desember 2017
Gubernur NTB Dr TGH. M. Zainul Majdi terpilih sebagai salah satu kepala daerah mendapatkan penghargaan dari Kemendagri itu, dibawah pimpinan Tjahjo Kumolo.

Penghargaan tersebut dianugerahkan kepada Tuan Guru Bajang setelah melalui penelitian dan asesmen dari 7 orang tim penilai independen yang diketuai Prof Dr R. Siti Zuhro MA dan 6 anggotanya, yakni Prof Dr Muchlis Hamdi, Prof Dr Firmanzah, Kris Budiharjo, Dr Aat Surya Safaat, Robertus Naendi Jaweng, MA dan Dr Margareta Arianggorowati.

Hasil asesmen membuktikan TGB yang memimpin NTB dalam dua periode adalah kepala daerah sangat berprestasi, berintegritas dan berpengaruh dengan ketokohan dan leadership yang baik.

Penilaian ditinjau dari aspek kepemimpinan birokrasi dan kepemimpinan sosial menepati visi-misi sesuai janji kampanye, kredibilitas, akseptibilitas dalam menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih. Juga inovasi, rekam jejak dan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik.

Penghargaan diberikan berdasarkan kriteria pengalaman memimpin, bersih dari kasus hukum serta prestasi, dedikasi yang tinggi ditinjau dari penghargaan nasional dan internasional yang diraih selama ini.

Dilihat dari kriteria-kriteria, Kemendagri selaku pembina pemerintahan daerah mengakui perkembangan Provinsi NTB di bawah kepemimpinan TGB mengalami kemajuan sangat pesat. Selama 9 tahun pemerintahannya, ratusan penghargaan nasional dan internasional diperoleh Tuan Guru Bajang.

Bahkan potret pembangunan NTB selama dua periode kepemimpinannya secara berkelanjutan, diakui semakin berdaya saing dan semakin berprestasi.

Hal itu selain ditunjukkan oleh lompatan daya saing NTB dari posisi 26 tahun 2015 ke posisi 19 tahun 2016 (riset ACI Lee Kwan Yes University), ratusan prestasi pun berhasil diraih. Hasilnya, NTB semakin dikenal di kancah nasional maupun internasional.

Tidak hanya itu, NTB pernah mencatat rekor sebagai daerah dengan laju pertumbuhan ekonomi terbaik, dengan angka pertumbuhan 9,9% jauh melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya sebesar 4,9%. Selama tiga tahun berturut-turut dari 2014 sampai dengan 2016 pertumbuhan ekonomi NTB juga mampu konsisten berada di atas rata-rata nasional.

Di bidang kepemimpinan sosial, Gubernur NTB juga merupakan seorang Tuan Guru, yakni seorang ulama kharismatik di lingkungan masyarakat NTB, khususnya dan kini kiprah ulama muda ini mulai dikenal di kancah nasional maupun internasional.

Gubernur NTB juga merupakan Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar Indonesia (OIAAI), sebuah organisasi yang konsen dalam pengembangan Islam moderat. Bahkan di bawah kepemimpinan TGB, NTB menjadi contoh baik bagi dunia dalam bidang kerukanan hidup dan toleransi beragama.

Hal itu pernah diakui oleh Wakil Ketua WOAG yang juga Mantan Menteri Waqaf Mesir, Prof. Dr. Muhammad Abdul Fadhiel El-Qoushi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here