Bawaslu DKI Jangan Takut Intervensi dari Manapun

0
392

Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) DKI Jakarta untuk tidak takut dengan intervensi oleh pihak manapun dalam memutuskan kasus gugatan M Taufik Ketua Gerindra DKI Jakarta kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) berkaitan pencoretan nama Taufik sebagai Calon anggota DPRD DKI. Sebab kita melihat dalam kasus ini banyak pihak pihak yang mengintervensi Bawaslu Jakarta untuk memenangkan KPUD,

mungkin kalau yang menggugat bukan M Taufik pasti tekanan tidak seperti ini, bahkan kita curiga penekanan yang dilakukan ini ada kaitan dengan Pilpres 2019. dimana M Taufik adalah Kordinator Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo Sandi, hal itu dikatakan Kordinator Masyarakat Pecinta Demokrasi (MAPED) Kay Ahmad

Tekanan ini harus di lawan, Bawaslu sebagai lembaga independen Pengawas Pemilu bekerjalah secara profesional dan berpegang kepada aturan Undang Undang Pemilu, Jangan Takut dengan intervensi dari manapun, dan kita minta kepada kelompok kelompok yang melakukan penekanan terhadap Bawaslu dalam Kasus ini untuk berhenti menekan sebab Bawaslu bekerja berdasarkan Undang Undang sebagai rujukan utama dalam memutuskan Perkara Pemilu, apalagi dalam kasus ini Undang Undang, tidak ada melarang mantan terpidana Korupsi untuk menjadi Calon legislatif,

itu sesuai dengan Penyataan yang dikeluarkan ketua Bawaslu RI Abhan, sebelum pendaftaran caleg mempersilahkan Partai Partai untuk mengusung Calon Legislatifnya walaupun itu mantan terpidana Korupsi, selama Hak Politiknya tidak di cabut, dan Taufik tidak ada di cabut hak politiknya. Maka tidak ada alasan untuk mencoret sebagai Calon Legislatif Ujar Kay

Kita menghimbau kepada semua Pihak termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) dan NGO Pengawas Pemilu, untuk tidak meributi kasus kecil ini, masih banyak permasalahan pemilu yang harus di tuntaska seperti Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang sampai saat ini belum ada data yang Konkrit, seperti temuan 3.6 Juta DPT siluman di Jawa Tengah belum di usut tuntas, ini yang penting dilakukan KPU RI, dan yabg diawasi Oleh NGO Pengawas Pemilu, bukan meributi kasus ini hanya untuk pencitraan katanya

Tanggapan yang sama disampaikan oleh Ketua Front Rakyat Jakarta Rusli Zainal, yang dengan tegas meminta Kelompok yang mengatas namakan Warga Rasional DKI JAkarta yang akan melakukan aksi Pada Senin 21 Agustus 2018 di Kantor Bawaslu DKI Jakarta, untuk segera membatalkan Aksi Unjuk Rasa ini, karena di unjuk rasa ini dapat membuat kekondusifan Jakarta bisa terganggu, apalagi M Taufik adalah tokoh yang di cintai warga Jakarta,

Jadi biar Bawaslu Independen memutuskan perkara ini tidak perlu ditekan oleh kekuatan apapun termasuk dengan melakukan aksi unjuk rasa. Sebab itu tidak sehat bagi perjalanan demokrasi di negeri ini bila dibiarkan Tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here