TRITURA 23 (11): Memilih Kucing Buas dalam Karung… atau Menjebol Pintu MPR…

0
85

Sri-Bintang Pamungkas

 

× Bang… Kok senyum-senyum sendiri…?!

+ Ha, ha, ha… 

– Jarang dengar Abang tertawa lebar…

+ Ya… Sekalipun begitu aku mengucap syukur kepada Allah…. Semoga pendapatku selama ini tidak salah…

× Kenapa, Bang…? Kenapa…?

+ Saya membaca komentar-komentar para pendukung Copras-Capres yang Sontoloyo-sontoloyo itu… Yang satu mengumpat yang lain… Itu baru dari para pendukungnya… Sedang yang didukung terlebih-lebih Sontoloyonya!

– Abang nonton debat itu…?!

+ Nggak! Aku hanya mendengar celoteh mereka yang menonton… Bagi saya tak ada seorang pun dari mereka yang berkwalitas… Apalagi mereka adalah para Jongos Asing dan Aseng… Mereka harus didiskwalifikasi… Pilpres ini, kalau jadi dilaksanakan, sungguh-sungguh percuma… Dunia yang sehat akan menertawakan kita…

× Ucapan-ucapan mereka kosong dan tidak senonoh bagi Calon Pemimpin…

÷ Mereka tergila-gila menjadi Orang Nomor Satu, dalam sebuah Sistim yang Rusak…

– Mereka bahkan tidak sadar, bahwa Sistim ini Rusak…

+ Orang macam Mahfud tahu, tapi dia memang memanfaatkan demi jabatan Wapres… Lima tahun yang lalu dia sudah tergila-gila dengan jabatan itu… Tapi Jokowi mengambil Ma’roef Amin…

× Banyak Doktor-doktor, apalagi Ahli-Ahli Hukum yang memang menjual diri macam dia…

÷ Mahfud itu kan yang ikut membongkar Pembunuhan oleh Freddy Sambo, ya?!

– Ya! Tapi dia juga yang bungkam dalam pembunuhan terhadap enam anggota FPI…

× Dia juga yang membubarkan HTI…

– Bungkam juga soal ratusan trilyun uang Siluman…

+ Lihat juga Jimly yang sama-sama Mahfud juga mantan Ketua MK dan Ahli Hukum… Ketua MK dipecat karena prosesnya menjatuhkan hukuman kepada Gibran salah, tapi Putusannya dianggap benar! Itu manipulasi hukum berat. Belum lagi Jimly memalsukan UUD45 Asli…

– Kenapa Jimly?!

× Di jaman Jimly, MK itu disebutnya sebagai Pusat Penyebaran UUD Amandemen, yang pada hakekatnya UUD Palsu…

+ Ya, benar! Jadi, Ahli Hukum juga yang merusak hukum kita… Bahkan membenarkan terjadinya Perusakan Hukum tertinggi… yaitu Konstitusi!

× Tetapi Abang juga menggunakan MK untuk mencabut Pasal-pasal Penghinaan kepada Presiden…

+ Saya memanfaatkan! Ada atau Tak Ada MK, Pasal-pasal KUHP Belanda itu harus dicabut. Jimly pada waktu itu mau mencari nama saja… jadi pro kita.

÷ Bang…. Kenapa dalam Copras-capres ini yang Abang soroti cuma Mahfud…

+ Nggak juga… Ketika saya melawan Soeharto, saya berceramah bersama Bang Buyung dan Prof Muladi di UII, tempat Mahfud kuliah… Mahfud itu baru selesai Doktornya… Di antara para Copras-Capres itu, saya anggap dia paling intelektual, tapi suka méncla-ménclé…

× Bukankah Anies juga intelektual?!

+ Anies itu produk Asing… Amerika Zionis… Dia pulang saat UUD Palsu mulai menghancurkan Republik…

– Tapi Abang juga produk Amerika…

+ Ya…Tapi hati saya Republik Proklamasi 45… Tahun 95 itu Anies masih di UGM… Dia mengkhianati Proklamasi 45…

÷ Barangkali satu angkatan dg Rektor UGM sekarang…

+ Bisa jadi! Anies itu sudah diplot oleh Agen-agen Yahudi untuk membela kepentingan G7/G8 dan menghancurkan Pribumi dan Islam Indonesia… juga TNI!

× G7 dan G8 itu apa, Bang?

+ AS, Inggris, Perancis, Jerman, Itali, Jepang, Kanada… plus Australi…

– Uang kampanye Anies dari mereka?

+ Pasti ada dari mereka… Tapi, seperti yang saya sampaikan kapan itu, faktor PKB Muhaimin ikut menentukan… Jadi Konglomerat Cina Pemilik Lion Air yang menjadi Wakil Ketua PKB dan mengangkuti jutaan TKA-TKA dari Cina Daratan itu juga Pendana Pencapresan Anies!

÷ Jadi, betul seperti kata Abang, Rusaknya Sistim Kenegaraan Kita, akibat dari UUD Palsu itu, dimanfaatkan oleh para Penjahat…

× Dan situasi Kemiskinan Rakyat juga dimanfaatkan untuk menggiring para Pemilih Sontoloyo…

+ Benar! Kalau Pilpres ini berhasil, terlepas dari siapa yang dimenangkan lewat kecurangan itu, Indonesia akan dipimpin oleh Antek-antek Asing dan Aseng… Ada yang bekerja untuk Yahudi, ada yang Pembunuh, dan ada pula yang Begok… Para Bandar itulah yang menang. Rakyat Indonesia yang akan terus menderita… dan tertindas!

÷ Bagaimana jalan keluarnya… Apa masih mungkin…?!

+ Tentu ada jalan keluar.. Saya membaca wawancaranya Dr. Zul… Itu Dokter Zul kita… Saya senang… Dia mulai sadar…

– Sadar apa, nih…

+ Saya kenal dia sejak hijrahnya dari Surabaya… sekitar akhir 2002 atau awal 2003… Dia masih MKGR… Setelah Markas kita pindah dari Si Singamangaraja ke Guntur… Zul mulai suka ngrumpi memikirkan Negara di G49… Saya perkenalkan dengan Prof. Sarbini dan lain-lain… Jadilah dia Aktivis bersama kita… Unjuk Rasa dan sebagainya… dan sebagainya… Kenal dengan para intelektual, dengan para Jenderal AD, AL dan AU…. Selalu ada Zul manakala Pak Try bikin pertemuan untuk memperjuangkan kembalinya UUD45 Asli… Perjuangan hidup Zul pun luar biasa! Sampai akhirnya berani menggugat UUD Palsu… di PN Jakarta Pusat…

– Tapi Kandas, Bang…

+ Nggaklah… Belum putus… masih di MA. Kesalahannya kecil sebetulnya… Yaitu, terlalu banyak yang dijadikan Tergugat… Ada 17 Tergugat… minimal biayanya 17 juta… belum untuk Banding dan Kasasi. Padahal cukup Dua Tergugat saja… Ketua MPR dan Ketua MK…

÷ Juga dalam Kasus Ijasah Palsu oleh Eggy Sudjana…

+ Ya… Seharusnya Cukup Rektor UGM dan Ketua KPU sebagai Tergugat…

– Jokowi tidak perlu?

+ Sejak jaman Soeharto, tidak ada Presiden yang bisa dihadirkan oleh para Hakim… Dua kali dalam Perkara saya, Hakim hanya bilang: _permintaan Saudara kami perhatikan…_ Padahal sebagai Saksi Korban Penghinaan, Soeharto harus hadir di awal pembuktian… demikian pula sebagai Tergugat, seharusnya hadir…

× Apa yang menarik dari wawancara dengan Dokter Zul…

+ Oh, ya! Zul bilang tidak ada kompromi dengan para Penjahat…

– Yang dimaksud Penjahat siapa…?

+ Gaya bicara Surabayanya bilang: _Pikiren Déwé…_ Tapi kita tahulah, bahwa yang dimaksud, ya Rezim Orde Palsu itu…. Semuanya!

× Ya, Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif….

– Jangan lupa MK, KY, KPK… apa lagi, ya?

÷ Oh, ya… DPD masuk Penjahat, tidak?!

+ Sejatinya Semua Produk UUD Palsu adalah Penjahat… 

÷ Tapi Dokter Zul sering blusukan ke sana…

+ Kalau yang blusukan banyak… Mudah-mudahan ini fase baru bagi Perjuangan Politik Dokter Zul. Bahkan ada yang lebih menarik yang dia sampaikan, yaitu menjawab pertanyaan “sebelum atau sesudah Pilpres…”. Dia bilang: _Operasi Ini harus segera dilakukan… tidak lagi itungan bulan… tapi itungan hari…_ Kurang lebih begitu…

× Kok sama dengan pikiran Hizbullah Indonesia…

+ Ya…, karena kita hanya fokus ke situ…. Lama-lama orang pasti sadar… Mudah-mudahan itu tidak cuma pikiran Dokter Zul… tapi sebagian besar Rakyat Indonesia…

÷ Kalau harus ada SI-MPR, bagaimana mewujudkannya?!

+ Pertama, itu bukan SI-MPR, melainkan SI-MPRS… Karena, MPR harus diubah dulu menjadi MPRS… antara lain, karena ada KGB-nya, tidak ada Utusan Daerah dan Utusan Golongan…

– Tapi ada DPD…

+ Ya, itu produk UUD Palsu… jadi bukan representasi dari Utusan Daerah. Sekiranya mereka bersepakat “menjadi” Utusan Daerah… itu lebih bagus… Tinggal menambahkan Utusan Golongan…

× Mencarinya dari mana…?!

+ Sebagian dari masa yang masuk ke Gedung MPR/DPR itu bisa merepresentasikan dirinya sebagai Utusan Golongan…

× Bisa ya, Bang!

+ Bisa saja, Bung…. Namanya saja Revolusi…. Revolusi harus begitu… Perubahan cepat dan mendasar… oleh sebab Keadaan Darurat…

÷ Perlu diumumkan situasi Darurat, tidak?!

+ Tidak perlu pernyataan resmi… Semua juga tahu…

– Jadi masa rakyat masuk MPR?!

+ Benar! Ya, persis seperti 1966/1967 dan 1998 kemarin…

× Tapi, kan Gerbang Gedung MPR/DPR ditutup dan dijaga Polisi…

+ Itulah bedanya… Itu, kan hasil pekerjaan Rezim Orde Palsu jaman SBY… Di jaman sebelumnya Rumah Rakyat itu terbuka… Pagarnya juga cuma satu meter….

÷ Maklumlah Rezim Sontoloyo…

+ Jadi, nanti pasca Revolusi pagarnya kita kembalikan menjadi satu meter saja… Siapa pun rakyat boleh masuk dan merdeka menyampaikan gagasan dan pikirannya… MPR kembali menjadi pelaksana sepenuhnya Daulat Rakyat…

× Berarti nanti pagar-pagar dirobohkan lebih dulu…

+ Kurang-lebih begitu…

÷ Lha, polisi-polisinya?!

+ Biarkan saja… kalau masa Rakyat yang masuk ratusan ribu, atau jutaan, mereka memilih berbaur dengan People’s Power.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here