Acara Sosialisasi Tatap Muka Peninggian Makam TPU Semper Jakarta Utara

0
228

Jakarta, medianseas.com Sosialisasi tatap muka peninggian makam TPU Semper, Cilincing Jakarta Utara dengan para ahli waris ini dilaksanakan pada hari Rabu, 9/8/2023 di taman TPU Semper Jakarta Utara.
Sebagian area di Taman Pemakaman Umum Semper, Cilincing Jakarta Utara, akan ditinggikan untuk mencegah banjir yang kerap melanda wilayah tersebut saat musim hujan.

Acara sosialisasi tatap muka peninggian makam TPU Semper ini dihadiri, Kasi jalur makam Sudin pertamanan dan hutan kota Jakut Prihanto Budi, Kasatpel TPU Semper Sukino, Kasiepem Semper Timur Ceffi, LMK Semper Timur, Tiga pilar kelurahan Semper Timur, dan para undangan ahli waris sebanyak 333.

Saat dikonfirmasi awak media medianseas.com Kasudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Utara Christian Tamora mengatakan, peninggian tanah pemakaman ini dilakukan bertahap, dan untuk pekerjaan ini membutuhkan persetujuan dari keluarga pemilik makam. Meski begitu, kebanyakan keluarga setuju jika makam ditinggikan. Bahkan banyak dari mereka yang ingin pekerjaan itu cepat dilakukan, karena selama ini kalau memang jadi lebih tinggi mereka banyak yang enggak keberatan. (Tapi) prosedur tetap kita jalanin minta persetujuan,” kata Christian.

Kasatpel TPU Semper Jakarta Utara Sukino.SH dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap hadirin yang dengan tulus dan ikhlas meluangkan waktu untuk menghadiri acara sosialisasi tatap muka peninggian makam TPU Semper, dan saya selaku Kasatpel TPU Semper penyelenggara acara sosialisasi tatap muka ini ingin menyampaikan ucapan maaf dari lubuk hati terdalam bila terdapat kekurangan selama berjalannya acara atau ada hal-hal yang sekiranya tidak berkenan di hati ketika acara paparan tahapan teknis peninggian area makam, ucap Sukino.

Dalam sambutan kedua Kasi jalur makam Sudin pertamanan dan hutan kota Jakut Prihanto Budi menjelaskan : (1). Sehubungan dengan sering terkena genangan air pada musim penghujan dilokasi 3 titik area makam 2 unit dan 1 unit kristen sehingga menjadi masalah, Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta memberikan solusi melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta bekerjasama dengan pihak MRT. (2). Pelaksanaan peninggian area makam dengan urugan tanah non-APBD yaitu tanah urugan dari MRT. (3). Pengurukan dilakukan kurang lebih 1 hingga 1 1/2 meter. (4). Jenis tanah urugan MRT yaitu tanah lumpur sedikit merah dan tanah lumpur sedikit hitam. Dari 2 jenis tanah lumpur tersebut bukan kerukan dari sungai melainkan dari pengeboran tanah MRT, jika tanah tersebut telah kering masih layak untuk digunakan untuk pengurugan. (5). Perataan tanah urugan menggunakan alat berat seperti eskalator dan sejenisnya, ujar Prihanto Budi.

Hasil pantauan media medianseas.com, selama acara sosialisasi tatap muka peninggian makam TPU Semper berlangsung semuanya berjalan lancar dan kondusif, itu berkat dukungan dari semua masyarakat yang hadir. (EBSW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here