Jacob Ereste : MENGENANG AKTIVIS SEJATI MUCHTAR EFFENDI HARAHAP (MEH)

0
709

Jacob Ereste :
*MENGENANG AKTIVIS SEJATI MUCHTAR EFFENDI HARAHAP (MEH)*

Sebagai aktivis kampus semasa studi saya di Fakultas Teknik Sipil UII, Rektor GBPH (Gusti Bendoro Pangeran Haryo) Prabuningrat, pun sangat terkesan perbawanya bagi aktivis mahasiswa, hingga seakan selalu menberi angin untuk mahasuiswa bisa berbuat dan melakukan apa saja berbagai aktivitas kampus, termasuk melaksanakan siaran langsung (on air) di studio Radio Unisi yang berada di halaman Kampus Pusat UII Jl. Cik Di Tiro No. 1 Yogyakarta. Karenanya suara vokal mahasiswa seperti mendapat ruang dan tempat yang luas untuk diteriakkan pada waktu dan tempatnya yang tidak terbatas.

Mahasiswa yang mengusung aspirasi rakyat pun menjadi klop mengekspresikan sikap kritisnya. Dan saya bisa semakin akrab dengan MEH setelah ikut bergabung dengan Majalah Muhibbah yang kemudian semakin tenar karena dibredel penguasa.

Sebagai redaktur budaya Majalah Muhibbah, saya menyaksikan MEH acap hadir baik sebagai nara sumber maupun peserta diskusi rutin redaksi seriap bulan menjelang diterbitkannya majalah. Tentu saja Machfud MD selaku Pemimpin Umum dan AE Priyono Pemimpin Redaksi Majalah yang sempat bertiras 20.000 eksemplar itu pantas dan patut berkisah sendiri dengan versi mereka mengenai sosok MEH yang unik dan mengesankan.

Sikap pilihan saya untuk aktif di luar kampus pada masa awal kuliah, semata-mata ingin menperoleh Varian nyata dari realitas kehidupan yang harus lebih luas dipahami tidak hanya dari bilik Kampus. Karena itu saya semakin memiliki peluang dan kesempatan yang leluasa untuk menjalin relasi dengan tokoh lain, seperti seniman dan budayawan batik Prof. Drs H. Amri Yahya, aktor film dan teater Azwar AN, hingga aktivis Mahasiswa dari kampus lain, seperti dengan almarhum Muchtar Effendi Hararap.

Dalam kondisi dan suasana seperti itulah awalnya saya lebih karib dan akrab dengan beberapa sosok aktivis mahasiswa di Kampus UGM Yogyakarta pada tahun 1978. Seorang diantara sejumkah aktivis mahasiswa yang sudah terbilang senior ketika itu adalah Muchtar Effendi Harahap. Dan sejujurnya harus saya katakan juga sungguh banyak serapan pengetahuan dan pemahaman bahkan mungkin pula pengalaman yang saya peroleh dari Muchtar Effendi Harahap. Dia salah satu sosok dari seorang aktivis mahasiswa yang sudah memiliki kekayaan tiada ternilai, yaitu perpustakaan pribadi yang sungguh menakjubkan. Koleksi bukunya terbilang banyak untuk ukuran seorang aktivis mahasiswa pada masa itu. Meski dia pun sempat berdecak kagum lantaran tidak pernah menduga bila aku pun punya kegilaan yang sama untuk mengkoleksi buku bacaan pribadi.

Boleh jadi karena kesamaan suka cita selera ini pula tampaknya yang ikut mengukuhkan ikatan keyakinan kami dari persahabatan menjadi semacam persaudaraan. Kami pun jadi semakin asyik dan kerap membuat acara maupun program bersama. ***

Banten, 24 Februari 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here