MENGENANG BANG MEH (MUCHTAR EFFENDI HARAHAP)

0
281

November 1983., tak jauh belakang UGM.., di sebuah pondokan reot redup redup gelap dengan lampu pijar 15 Watt Diantara kepungan buku buku tua.. Ya, disitu aku pertama mengenalmu. Aku tidak nyaman.., komplain pertamaku dengan bertanya..’Mengapa ruangan ini Gelap..??. Gimana bisa baca dengan penerangan yang begini? Kau senyum kecil dan menjawab aneh.. :”Rezim ini harus segera di akhiri”..Orba tidak membawa kemaslahatan ummat… Lalu kau ber teori panjang.. Aku mendengar.. Kau tunjukkan buku buku Marx.. Poin poin penting alasan perlawanan dan kau bicara Algazali dan pentingnya Syiah dan Iran sebagai spirit perjuangan dan seterusnya dan seterusnya bla bla bla..

Beberapa hal kita berbeda.., tapi kekeh semangatmu adalah pelajaranku. Tidak ada kuasa bagi kita manusia dimana kita harus lahir. Berkehendak adalah kesatuan nafas keseharian kita dalam hidup yang terus bergeliat tanpa tau akan jadi apa. Tapi menjadi Manusia.., adalah fitrah gaul kita pada misteri alam semesta dimana dan apapun situasi kita manusia .

Tak ada yang bisa kita manusia pastikan dari setiap kehendak akan terjadi sesuai keinginan. Lahir hidup dan mati tersimpul dalam memory. Untuk terus hidup itu pilihan… Tapi sampai waktunya.., we just have tobe ready…. Kenangan tertinggal begitu banyak.

Ingin rasanya menyesali mengapa begitu pendek, karena kusadari susah menemukan orang sepertimu sebagai sparring partner pukul memukul pikiran dalam sunyiku, tapi perjalanan ini tidak saja di alam nyata. Menuju Sang Khalik kita kembali. Dalam ridhonya kumohonkan Do’a padamu Ya Allah… Ampuni dosa dosanya, terimalah ia di sisimu. Dalam kesedihanku.. Mohon tempatkan dia pada surga mu. Aminn.

Kepada keluarga yang ditinggal semoga kuat dan tabah. Selamat Jalan Mukhtar Effendi Harahap (Bang MEH)…..
Denny Cilah. 🙏

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here