TIM INDONESIANLEAKS: GAGAL PENGARUHI PUBLIK TUDUH MUHAMMAD TITO KORUPTOR

0
784

Satu issu politik kekuasaan nasional terkait lembaga KPK dan Polri menguat seminggu terakhir ini. Issu ini sebenarnya issu setahun lalu (2017) tetapi muncul kembali menjelang Pilpres 2019.

Issu politik kekuasaan ini dimulai pemberitaan
kasus perobekan Buku Merah diklaim sepihak sebagai barang bukti korupsi impor daging melibatkan Basuki. Kasus perobekan Buku Merah awalnya diungkapkan oleh Tim IndonesianLeaks sebagai
Jaringan media investigasi. IndonesianLeaks ini mengulas sebuah buku bersampul merah yang diduga berisi catatan aliran dana Basuki kepada sejumlah pejabat negara.IndonesiaLeaks juga menuliskan dua penyidik KPK asal Polri, Ronald dan Harun yang mengoyakkan beberapa lembar dari buku itu karena terdapat nama Petinggi Polri. Di antara nama itu termasuk Muhammad Tito dan beberapa pejabat lain dari Bea Cukai. Namun, seluruh tudingan dalam pemberitaan IndonesianLeaks dibantah Mabes Polri.

Issu ini sebenarnya tidak besar, namun menjadi besar karena adanya nama Kapolri Muhammad Tito Karnavian dan M. Amien Rais yang sempat menyatakan agar Jokowi mencopot Muhsmmad Tito selaku Kapolri.

Kini M. Amien Rais terlihat tidak lagi tertarik dan mengangkat issu pencopotan Muhammad Tito ini. Bisa jadi, mereka menginkan suara kencang agar M. Amien Rais terus mendesak Muhammad Tito dicopot oleh Jokowi menjadi kecewa. Mengapa? Karena gagal memanfaatkan M. Amien Rais. Mereka ini diduga bagian kelompok pengejar kekuasaan di lingkungan Kepolisian. Di publik dikesankan kelompok ini pendukung Prabowo dan pejuang anti Korupsi.

Selama ini ada gelombang dari suatu kelompok aktor politik, jurnalis dan hukum yang menghendaki dicopotnya Muhammad Tito selaku Kapolri. Ada juga dugaan, issu ini digunakan untuk menegatifkan citra Jokowi selaku Presiden dan Calon Presiden pd Pilpres 2019. Analisis issu kekuasaan ini lebih dominan politik kekuasaan yakni ada upaya merebut jabatan Kapolri melalui bangun opini bahwa Muhammad Tito telah melakukan korupsi sehingga Presiden Jokowi mau mencopopotnya. Namun, usaha kelompok konspiratif ini gagal. Issu korupsi mengurangi dan issue pencopotan Kapolri sirna.

Salah satu sebabnya adalah Tim IndonesianLeaks gagal mempengaruhi publik atau elite politik bahwa pemberitaan mereka faktual dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Tim IndonesianLeaks gagal mendapatkan dukungan publik untuk menjustifikasi tuduhan Muhammad Tito koruptor dan terkait kasus Buku Merah.

Tim IndonesianLeaks sendiri berupaya mendapatkan kepercayaan dari publik. Bahkan, Tim berani menantang publik yang menuduh laporan AJI itu hoaks.

Abdul Manan adalah Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) sebagai salah satu inisiator investigasi bersama para jurnalis tergabung. Ia dengan lantang meminta pihak menuding laporan itu membuktikan bagian mana menjadi berita bohong atau hoax. Ia bersedia berdiskusi secara ilmiah dengan pihak yang menuding laporan itu hoax.
“Sebutkan saja bagian apa dari liputan itu yang hoax. Buku merah? BAP-nya atau apa? Kalau Buku Merah itu tidak ada, IndonesiaLeaks layak disebut penyebar hoax,” Abdul Manan dalam konferensi Pers di Sekretariat AJI, Jakarta, Minggu 14 Oktober 2018.

Mengenai tudingan hoax itu, ia menilai bahwa pihak menuding belum mengerti karena belum membuka situs IndonesiaLeaks dan membaca laporan diterbitkan oleh media massa yang memuat kabar tersebut.
“Kalau mau disebut hoax bukti kan kalau Buku Merah itu tidak ada. Kalau tudingan itu benar kita akan mengakui seperti Ratna Sarumpaet mengakui,” katanya menegaskan.

Namun, pihak AJI ini tidak menunjukkan keberanian pembuktian laporan itu hoaks atau bohong melalui pengadilan atau jalur hukum. Ia hanya bersedia berdiskusi secara “ilmiah’ dengan pihak menuding laporan itu hoaks.

Sementara ini, sudah ada pihak mengajukan gugatan hukum agar penyelesaian masalah laporan AJI ini melalui pengadilan. Tetapi, hingga tulisan ini dibuat belum:ada tanggapan dari Pihak AJI atas gugatan hukum tsb. Kita berharap, demi pencarian kebenaran dan penegakan hukum sangat perlu AJI menyambut baik sikap pihak menggugat secara hukum AJI ini (ANDRIS YUNUS, SH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here