KAPOLRI JENDERAL POLISI MUHAMMAD TITO KARNAVIAN DIMATA H. SABRI SAIMAN: Tak Benar Anti Islam

0
759

H. SABRI SAIMAN adalah Mantan Anggota DPR-RI dari Fraksi PAN dan Pendiri Jakarta Utara Rumah Kita. H. Sabri Saiman menanggapi adanya persepsi sejumlah Tokoh Islam bahwa Kapolri Muhammad Tito Karnavian adalah anti Islam. H. Sabri Saiman juga Tokoh Masyarakat Jakarta dan Alumnus HMI ini menolak persepsi sejumlah Tokoh Islam ini.Tidak benar Beliau anti Islam. Persepsi dan penilaian ini sesungguhnya hanya untuk membenturkan Kapolri terhadap kelompok umat Islam demi kepentingan politik pelaku pembenturan tsb.

Dimata Saya, Kapolri Muhammad Tito tidaklah anti Islam. Beliau justru bersikap membantu Islam. Sebagai contoh pengalaman Saya.

Saya adalah Ketua Yayasan Masjid Raya Al Husna, Jalan Raya Enggano, Kelurahan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Saya mengundang Beliau untuk memberikan kuliah singkat usai melaksa nakan ibadah Salat Jumat (17/3/2018).

Kapolri Muhammad Tito mengatakan antara lain persoalan disintegrasi bangsa menjadi tantangan Indonesia adalah masalah ketimpangan sosial dan ekonomi yang membuat kesetiakawanan sosial semakin menipis dan secara tidak langsung membuat masyarakat makin mudah digiring dengan isu Suku, Agama, Ras, Antar-golongan (SARA). Saya mengapresiasi Kapolri mau memenuhi undangan Saya.

Selanjutnya, bukti Kapolri Muhammad Tito tidak anti Islam tercermin sikap tegas Polri terhadap kasus penista agama oleh Gubernur DKI Gubernur DKI Jakarta (nonaktif), Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Saat itu ratusan ribu Islam aksi turun ke jalan menuntut Ahok utk dijadikan Tersangka dan dipenjarakan. Saya mengapresiasi langkah Polri yang berani menjadikan sebagai tersangka penista agama.

Dimata H. Saiman, dalam banyak kejadian Kapolri Muhammad Tito melakukan kunjungan ke Masjid2 untuk memberikan kuliah singkat dan Tausiah. Hal ini tentu mempengaruhi persepsi masyarakat tentang Beliau. Saya paham sikap Kapolri terhadap umat Islam dari teman2 dekat Beliau yang juga teman2 dekat Saya”, tegasnya. Saya juga melihat Beliau sering berdialog dengan keluarga Muhammadyah.

Bagaimana menghilangkan image yang dibangun pihak ketiga bahwa Kapolri Muhammad Tito anti Islam? Bagi Ketua PMI Jakarta Utara ini, Kapolri harus perkuat hubungan komunikasi dengan silahturahmi dengan umat Islam. Karena Kapolri bagian dari Pemerintahan. Kebetulan situasi politik sekarang ini penuh konflik masyarakat dan banyak tokoh Islam yang ditangkap. Padahal, menurut H,Saiman, , pelaku penangkapan bukan selalu pihak Polri. “Ada juga pihak lain bukan Polri. Situasi politik nasional ini membuat Beliau terpojok”, kilahnya. Sembari menghimbau umat Islam untuk tidak terpengaruh usaha pihak ketiga selama ini suka memecah-belah hubungan umat Islam.

(Pemred Medianseas; YAMINUDIN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here