Gubernur NTB, Dr. Zainul Majdi : Politik Masa Depan

0
491

Ada perbedaan antara masa depan politik dan politik masa depan. Salah satu seginya, masa depan politik melihat politik Indonesia dari hasil survey saat ini tentang popularitas dan elektabilitas tokoh yang berlevel nasional, melihat yang paling mungkin menduduki kursi presiden dan wakil presiden. Ini wajar karena dalam kajian trend analysis ( analisa kecenderungan) selalu melihat beberapa fakta yang kuat saat ini dan ditarik ke depan sebagai kecenderungan ( trend ) yang sangat signifikan. Tetapi kajian linier seperti itu sudah banyak dibantah sejarah, lebih-lebih di masa sekarang dimana banyak faktor tidak bisa dikendalikan secara terpusat. Sedangkan politik masa depan adalah aksi yang sedang berlangsung dan konsisten merupakan faktor pembentuk politik masa depan.

Kita melihat fenomena Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang, sebagai tindakan politik masa depan dengan alasan tertentu. Fenomena ini juga bisa dilihat sebagai perbedaan antara kesadaran politik dan politik kesadaran. Kesadaran politik mengacu kepada politik kepartaian yang gerakannya sedari awal ditujukan untuk merebut kekuasaan. Sedangkan politik kesadaran terfokus kepada gerakan penyadaran publik tentang hak dan kewajibannya dalam hidup sebagai insan religius, sebagai anggota masyarakat, bangsa dan negara. Meskipun kedua pendekatan itu finisnnya bisa saja pada pucuk pimpinan nasional, karena untuk kasus Indonesia, faktor kepemimpinan masih merupakan faktor penting perubahan, tetapi pendekatan kedua merupakan yang ideal.

Nah melihat sepak terjang Tuan Guru Bajang, gerakannya mencakup : konsisten memberi tauladan dalam pemerintahan, menganjurkan konsensus dan memelihara keberagaman sebagai kehendak Allah, memberi dakwah dan menjalin silaturrahim di Eropa, Amerika, Korea, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa barat, Jakarta, dialog di beberapa stasiun televisi. Jelas ini merupakan pendekatan politik masa depan atau politik kesadaran.

Walaupun bagi Tuan Guru Bajang sendiri tidak bermaksud masuk dalam kategori tertentu seperti apa yang dikatakannya pada 21/2/2918 dalam rangka peresmian Aliansi Strategis di Menteng, Jakarta, bahwa dia sebagai seorang Muslim jangankan satu tahun, besokpun tidak bisa menentukan apa yang terjadi. Dia serahkan sepenuh hidupnya dituntun Tuhan Yang Maha Esa. Bagi TGB “jalani saja, Allah menentukan dan sejarah mengarahkan”. Melihat dampak sepak terjang Tuan Guru Bajang, jelas ini sebagai gerakan politik kesadaran atau gerakan politik masa depan, dan sadar atau tidak ini akan mempunyai dampak yang cukup signifikan.

( Yaminuddin, Pemred).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here